Lampion oleh Husen Arifin

Lampion by Husen Arifin from  in  category
Kebijakan Privasi
Baca menggunakan
(Harga tidak termasuk 0% GST)
Judul: Lampion
Penulis: Husen Arifin
Kategori: Indonesian Novels
ISBN: 978-979-29-4180-7
Ukuran file: 35.77 MB
Format: EPUB (e-book)
DRM: Applied (Requires eSentral Reader App)
(Harga tidak termasuk 0% GST)

Ringkasan

Ini bukan hanya cerita biasa, rupa-rupa ide menjadi campur rasa dalam 25 ide cerita. Husen Arifin berhasil mengambil sisi-sisi lain dari kehidupan yg tak semua orang mampu meneropongnya. Cerita sudut negeri ini yang jarang diangkat ke permukaan, disajikan dengan diksi yg menawan. Sangat menarik! Aida.MA, Novelis, Jakarta Perbedaan keyakinan, cinta yang kuat serta optimisme untuk hidup bersama yang tinggi hingga restu pun didapat. Perjuangan yang berat untuk membuktikan bahwa perbedaan keyakinan bisa disatukan dan bahagia. Kisah yang menyentuh tentang kekuatan cinta yang dikemas apik! Kha Rida Rerey, Freelance Writer, tinggal di Kowloon Hongkong Teknik bercerita yang melankolis antara keberanian dan romantisme yang jujur. Husen Arifin menjadikan kumpulan cerpen “Lampion” ini menapaki jalan yang menggembirakan dalam dunia prosa Indonesia. Saya merekomendasikan buku ini untuk Anda. Ahmad Makki Hasan, Dosen Fakultas Humaniora dan Budaya UIN MALIKI Malang Lampion berarti merah, semangat, cinta, dan harapan. Sebuah cerita bertema realita yang menangguhkan hati, tentang bagaimana menyikapi perbedaan dalam sebuah kisah romansa yang manis dan segar. Bahkan di sini kita juga bisa memahami bahwa kesetiaan tak pernah mengkhianati dan begitu pula dengan pengorbanan. Emosi dalam “LAMPION” akan semakin terasa jika kita membacanya ditemani lantunan melodi hujan sambil menyesap secangkir cokelat hangat. Evelyne Ivoryanto, Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang Cerita yang dikemas dengan bahasa yang anggun dan indah, membaca kumpulan cerita ini membangkitkan rasa cintaku pada karya yang menghanyutkan pembacanya. Kalau jadi teater atau film pasti seru, mengangkat perbedaan dengan halus dan terbuka. Luh Santika Dewi, Mahasiswi Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali

Ulasan

Tulis ulasan anda

Direkomendasikan